Minggu, 21 Februari 2016

Pentingnya Sosialisasi Pengelolaan Sampah




Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Namun bagaimanakah pemenuhan kewjiban tersebut dapat dilaksanakan secara benar. Jika setiap orang hanya bisa menumpuk sampah yang kemudian dikumpulkan ditempat pembuangan akhir, tanpa berfikir bagaimana memproses tumpukan sampah itu. Meski sudah banyak gerakan masyarakat dalam hal pengelolan sampah, namun jumlahnya belum sepadan jika dibandingkan dengan produksi sampah yang cenderung terus meningkat.

Di tempat penampungan sampah, sampah-sampah ini disortasi. Sortasi sampah merupakan bagian yang cukup rumit. Banyak makan waktu dan tenaga, karena itu sebaiknya warga memisahkan sampah organik dan non organik sejak dari rumah-rumah, seperti misalnya kemasan makanan dari styrofoam dipisahkan menjadi barang non-orgnaik, dan sisa-sisa makanan dimasukan ke dalam sampah kategori organik. Hal ini perlu penyadaran yang terus menerus, mungkin perlu waktu lama tetapi harus dimulai sejak dari sekarang. Mungkin sebagai perangsang bisa dengan memberikan reward bagi warga yang mau memisahkan sampahnya. Rewardnya tidak perlu mahal-mahal, misalnya warga yang mau memisahkan sampahnya diberi hadiah tanaman hias atau tanaman-tanaman yang lain.

Sebenarnya apabila dikelola dengan benar, sampah bukan lagi masalah. Sebaliknya sampah dapat digali nilai ekonomisnya, dapat menampung tenaga kerja tidak terdidik, dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan masyarakat lainnya, sambil mengelola lingkungan secara lebih baik. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah mensosialisasikan pengelolaan sampah yang benar kepada masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan. Kegiatan sosialisasi tersebut bisa diberikan dalam acara PKK, rembug desa atau semacamnya.

Salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan sampah adalah keikutsertaan masyarakat setempat untuk lebih memperhatikan lingkungan secara berkelanjutan. Sebab sumber awal penumpukan sampah adalah masyarakat, maka masyarakat pulalah yang harus menjalankan funsinya dalam konteks manajemen persampahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar